MULAI DARI ‘A’

menulislah, maka gagasanmu abadi

Pemilu Tahun 2009

Ditulis oleh mulaidaria di/pada Juni 19, 2009

KASELAN (78) jam 07.00 sudah tampak rapi dan berpenampilan rapi. Tidak seperti biasanya pagi buta Dia sudah bangun dari lelapnya, dan bersiap akan menuju TPS terkekat guna mengikuti Pemilu 2009. Dia menuju ke TPS terdekat dengan diantarkan oleh cucunya.

Pemilu yang dailaksanakan di rumah bapak Kepala Desa Rejosari berlangsung aman, tetapi agak semprawut dan gaduh. Hal yang membuat suasana semprawut adalah tempat antrian yang begitu sempit. Warga yang datang secara bersamaan membuat rumah bapak Kepala Desa ini Semprawut.

Hal lain yang menyebabkan suasana gaduh adalah bingungnya warga dalam menyontreng kertas yang begitu lebar, dan berjumlah banyak. Warga merasa asing dengan surat suara yang begitu banyak dan lebar, karena Pemilu di tahun sebelumnya kertas suara tidak selebar dan sebanyak ini.

Banyaknya ParPol dan CaLek juga membuat warga bingung dalam melakukan penyontrengan. Warga merasa tidak mengenal para CaLeg, sehingga banyak warga yang menyontreng hanya mereka kenal dengan ParPolnya, selebihnya warga tidak mau tahu orang-orang yang menduduki ParPol tersebut.

Menurut seorang ibu rumah tangga, Dia tidak begitu memahami dan tidak kenal dengan CaLeg yang telah dia pilih, dia hanya kenal ParPolnya saja. “Mboh mau Mbak, Ibu ora ngerti sopo seng tak contreng, seng penting Ibu ngerti kui partai seng tak senengi”, katanya.

Nuryanto (21), Dia merasa tidak tahu menahu tentang apa yang harus dilakukan setelah membuka kertas suara tersebut. Dia yang notabene buta aksara hanya mengangguk-angguk saja ketika para panitia menunjuk gambar nomer berpa yang akan dia contreng.

Remaja yang melakukan penyontrengan merasa agak kerepotan dalam melakukan kegiatan penyontrengan ini, apalagi warga yang buta huruf dan para warga yang sudah lanjut usia. Bayak lansia setelah melakukan penyontrengan langsung keluar begitu saja dengan meninggalkan kertas suaranya atau bahkan ada yang membawa keluar kertas suaranya dengan keadaan masih terbuka lebar dan belum dilipat sama sekali.

Warga yang antri tertawa menyaksikan kejadian tersebut, tetapi para panitia memaklumi apa yang sudah terjadi, karena Pemilu tahun ini memang dirasa sangat membingungkan. (Indah Dwi Lestari)

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>